Minggu, 24 Maret 2013

Sejarah Kajian Pemerolehan Bahasa

Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, raja Mesir Psammetichus memiliki teori bahwa apabila seorang anak dipisahkan dari lingkungan bahasa manusia, kata pertama yang akan diucapkannya adalah kata yang berasal dari bahasa mahluk tertua di dunia. Psammeticus 1 menyuruh bawahannya untuk mengisolasi dua dari anaknya untuk mengetahui bahasa apa yang akan dikuasai anak-anak itu. Sebagai raja Mesir, ia mengharapkan bahasa yang keluar dari anak-anak itu adalah bahasa Arab. Namun ternyata kata pertama yang dikatakan oleh anak itu bukanlah bahasa Mesir, melainkan bahasa Phrygian. Ia akhirnya menyimpulkan bahwa bahasa Phrygian lebih kuno daripada bahasa Mesir. banyak yang menyanggah teori ini.
Selain yang dilakukan raja Mesir dalam menemukan bahasa tertua dalam pemerolehan bahasa pertama anak itu, Charles Darwin pada tahun 1977 juga mencatat perkembangan bahasa anak lelakinya.

Ingram (1989) membagi perkembangan studi tentang pemerolehan bahasa menjadi tiga tahap, yaitu periode buku harian, periode sampel besar, dan periode kajian longitudinal (Chaer, 2005).

Periode buku harian berlangsung tahun 1876 sampai tahun 1926. Pada masa ini peneliti mencatat apapun yang diujarkan anak di dalam buku harian, kemudian data tersebut dianalisis untuk disimpulkan.

Periode sampel besar berlangsung tahun 1926 sampai tahun 1957. Untuk mendapat hasil yang sahih dan akurat diperlukan sampel yang besar. Ada peneliti yang memakai sampai 480 anak untuk mengetahui keterampilan-keterampilan tertentu pada anak (Templin dalam Chaer, 2005).

Periode kajian longitudinal dimulai dengan munculnya buku Chomsky Syntactic Structures (1957) yang merupakan titik awal lahirnya aliran mentalisme pada ilmu linguistik. Ciri utama periode ini adalah bahwa studi longitudinal memerlukan jangka waktu yang panjang karena yang diteliti adalah perkembangan sesuatu yang sedang dikaji dari satu waktu sampai ke waktu yang lain (Chaer, 2005). Selain itu, jumlah subjek juga lebih sedikit daripada periode sampel besar yang dilakukan oleh aliran behavioristik.

Meskipun telah dibagi menjadi tiga periode, bukan berarti setelah periode buku harian berakhir data-data yang telah dicatat di buku harian tidak digunakan lagi. Hal ini dibuktikan dengan karya Leopold yang ditulis tahun 1939 yang datanya adalah dari buku harian yang menurut Ingram berakhir pada tahun 1926.

Sumber:
 Chaer, Abdul. 2005. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dardjowidjojo, Soenjono. 2005. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia: Jakarta:      Yayasan Obor Indonesia.


0 komentar:

Poskan Komentar