Sabtu, 02 Maret 2013

Persamaan dan Perbedaan Sosiolinguistik dengan Sosiologi

Sosiologi mempelajari antara lain struktur sosial, organisasi kemasyarakatan, hubungan antaranggota masyarakat, dan tingkah laku masyarakat. Secara konkret sosiologi mempelajari kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti keluarga, clan (subsuku), suku, bangsa. Di dalam masyarakat ada semacam lapisan, seperti lapisan penguasa dan lapisan rakyat jelata, atau ada kasta-kasta yang berjenjang, juga dipelajari sosiologi. Tentu saja untuk mempelajari hal-hal semacam itu kita harus memiliki data yang memadai, yang melibatkan banyak orang atau anggota masyarakat. Kita tidak dapat mengatakan susunan keluarga orang Jawa adalah begini atau begitu, ika kita hanya mendasarkan pada satu keluarga Jawa. Begitu pula, kita tidak dapat mengidentifikasikan ciri-ciri pemimpin Jawa jika tidak melibatkan sang pemimpin dengan yang dipimpin. Jadi, sosiologi paling tidak berhadapan dengan dua individu dalam masyarakat. Sosiolinguistik (SL) yang mempelajari bahasa dalam hubungannya dengan masyarakat memiliki persamaan dengan sosiologi, dalam arti SL memerlukan data atau subjek lebih dari satu orang individu. Dalam kajian, keduanya menggunakan metode kuantitatif. SL juga menggunakan metode sampling, karena kadang-kadang tidak mungkin seluruh anggita masyarakat dilibatkan atau dijadikan objek. Dalam kaitan dengan kedua metode ini tidak mustahil SL juga menggunakan statistik seperti halnya sosiologi. Dalam mengumpulkan data baik SL maupun sosiologi menggunakan metode wawancara, rekaman, pengumpulan dokumen, dan sebagainya, sedangkan dalam pengolahan menggunakan metode deskriptif. Namun jika kita melihat juga perbedaan antara kedua studi tersebut, sampai tahap tertentu sosiologi memang menyentuh bahasa, tetapi tentu saja sosiologi tidak sampai berbicara tentang bahasa sampai pada hal sekecil-kecilnya, misalnya tentang struktur kaliat. Sosiologi juga tidak akan berbicara tentang ragam atau variasi bahasa yang dipakai oleh seorang pemimpin, misalnya, ketika dia berbicara dengan istri di rumah, dengan tukang sapu di kantor, dengan anggota-anggota kelompoknya di dalam rapat, dan sebagainya. Sebaliknya, ragam bahasa itulah yang menjadi salah satu objek SL. Jadi, objek utama sosiologi bukan bahsa, melainkan masyarakat dan dengan tujuan mendeskripsikan masyarakat dan tingkah laku. Objek utama SL adalah variasi bahasa.

Sumber: Sumarsono. 2010. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

0 komentar:

Poskan Komentar