Rabu, 20 Februari 2013

Perbedaan Sosiolinguistik dengan Dialektologi

Dialektologi adalah kajian tentang variasi bahasa juga. Dia mempelajari berbagai dialek dalam suatu bahasa yang tersebar di berbagai wilayah. Tujuannya untuk mencari hubungan kekeluargaan di antara dialek-dialek itu, juga menentukan sejarah perubahan bunyi dan bentuk kata, berikut maknanya dari masa ke masa dan dari satu tempat ke tempat lain.
Titik berat kajian terletak pada kata. setelah ditemukan sejumlah kata yang mempunyai berbagai bentuk atau lafal pada sejumlah dialek di berbagai tempat, dialektologi membuat semacam peta, yakni peta dialek. Di dalam peta itu tertera garis-garis yang menghubungkan tempat satu dengan tempat lain. Garis itu yang disebut isoglos, menandakan di tempat-tempat yang dihubungkan oleh garis-garis itu ada persamaan bentuk (lafal) bagi sebuah kata tertentu. Misalnya, untuk kata "apa" ada tiga jenis lafal yaitu "[apa], [apo], [ape].

Di samping itu, dialektologi kadang-kadang juga meneliti apakah yang menurut orang kebanyakan disebut "bahasa" itu betul-betul sebuah bahasa atau hanya dialek dari suatu bahasa, atau mungkin hanya variasi dari sebuah dialek. Dialektologi masa kini juga sudah mampu menentukan kapan dua dialek atau bahasa memisahkan diri dari induknya.

Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan metode yang digunakan oleh dialektologi adalah metode komparatif dan metode historis-diakronis. Artinya dia membanding-bandingkan dan di dalam membandingkan itu dialektologi menunjukkan sejarah dari bentuk sebuah kata, karena itu dia menjangkau lebih dari satu masa, yaitu masa kini dan masa lampau. Di samping itu jelas pula bagi penglihatan kita, dialektologi meneliti kata-kata pada dialek-dialek regional, yaitu dialek yang didasarkan atas batas-batas wilayah alam.

Sosiolinguistik (SL) juga menggunakan metode komparatif, tapi biasanya bukan historis-diakronis. Yang dibandingkan juga bukan hanya kata-kata. SL kadang-kadang meneliti persoalan seperti "kapan si A menggunakan kata X dan kapan Z?" tetapi perbandingan itu masih dalam batas waktu di mana si A hidup. Dengan kata lain, SL melihat objek sebagaimana adanya pada suatu saat tertentu. Kajian SL yang bersifat kesejarahan tampak pada kajian tentang pergeseran atau kepunahan bahasa. Perbedaan lain yang cukup mendasar ialah SL lebih banyak menitikberatkan kajiannya di atas variasi bahasa bukan atas batas-batas kemasyarakatan seperti perbedaan usia, jenis kelamin, status sosial, lapisan sosial, dan sebagainya. Tentu saja masih ada kemungkinan SL berhadapan dengan dialek regional. Akhir-akhir ini dialektologi juga terlibat dalam dialek sosial ini.

sumber: Sumarsono. 2010. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Artikel terkait: Perbedaan Sosiolinguistik dengan Antropologi

2 komentar:

  1. halo tya salam kenal, aku yuwi. makasih buat post blognya ya berguna buat aku, kalau kamu ada waktu kunjungi balik blog aku ya curiousyuwie.blogspot.com

    BalasHapus
  2. salam kenal Yuwi, maaf baru bisa balas sekarang, sudah sangat lama tidak buka blog. aku sudah buka blog kamu,tapi mengalami kesulitan untuk jadi follower

    BalasHapus