Rabu, 20 Februari 2013

Deiksis Tempat dalam Pragmatik

Konsep tentang jarak yang telah disebutkan berhubungan erat dengan deiksis tempat, yaitu tempat hubungan antara orang dan bendanya ditunjukkan. Untuk perbedaan mendasar ini, bahasa Inggris kontemporer hanya memakai dua kata keterangan 'di sini' dan 'di sana', tetapi dalam teks-teks lama dan dalam beberapa dialek, dapat ditemukan seperangkat ungkapan deiksis yang jauh lebih banyak.

Salah satu versi konsep gerakan ke arah penutur (menjadi jelas), kelihatannya merupakan makna deiksis yang pertama yang dipelajari oleh anak-anak dan memberikan ciri-ciri pemakaian kata-kata mereka seperti 'ini', dan 'di sini' (=dapat dilihat). Kata-kata itu jelas berbeda dengan 'itu' dan 'di sana' yang diasosiasikan dengan barang/benda-benda yang bergerak ke luar dari jangkauan pandangan anak (=tidak dapat dilihat lebih lama).

Dimungkinkan bahwa dasar pragmatik deiksis tempat yang sesungguhnya adalah jarak psikologis. Objek-objek kedekatan secara fisik akan cenderung diperlakukan oleh penutur sebagai kedekatan secara psikologis. Juga suatu yang jauh secara psikologis. Akan tetapi penutur mungkin juga bermaksud untuk menandai sesuatu yang dekat secara fisik. Dalam analisis ini, sepatah kata seperti 'itu' tidak memiliki arti yang pasti. Tetapi kata itu 'ditanamkan' dengan memiliki makna dalam konteks oleh seorang penutur.

Sumber: Pragmatik terbitan Pusaka Pelajar (George Yule: 19-21)

Artikel Terkait:
Deiksis dan Jarak
Deiksis Persona
Deiksis Waktu

0 komentar:

Posting Komentar